Saatnya Berpisah

7 Mar 2011

Sudah menjadi resiko sebagai anggota keluarga TNI untuk selalu mengalami nomaden, berpindah tempat mengikuti tugas dan penempatan suami. Pindah rumah dengan segala pernak-perniknya dijalani komplit satu paket. Urusan packing barang yang menjadi bagian terheboh dalam proses kepindahan, bongkar lemari, gudang dan peti barang, kebingungan yang terjadi selalu sama koq barangnya banyak banget ya??? Perasaan udah gak pernah beli-beli pilih-pilih mana yang harus dibawa dan sebagian ditinggal untuk kenang-kenangan (kalo ada yang berkenan) soalnya kebiasaannya ada aja sebagian tetangga yang nyeletuk mana nih buat kenang-kenangannya? Nah loh yaa selagi masih ada yang bisa dikasih, dengan senang hati.. mungkin bisa lebih bermanfaat, daripada kenyataannya selama ini menjadi penghuni peti dan lemari paling bawah karena jarang dipakai.

Deretan list To Do di notes saya panjangnya bukan main, mulai dari ngurus pindah sekolah anak, menyelesaikan laporan dan penyerahan tugas organisasi, lunasin arisan, lapor pindah TV berlangganan, janjian sama tukang AC, bayar hutang di warung sayur, lunasin cicilan di koperasi, cari angkutan buat barang, kasih pesen sama yang dirumah jemuran sama ember jangan lupa dibawa ya, terus Tupperware n mangkok yang masih beredar di tetangga jangan lupa diambil, termasuk ngembaliin property tetangga yang masih dirumah (biasa habis tuker-tukeran anter sayur) hehehe dan masih banyak lagi. Kalau sudah begini kerjasama dengan suami dan orang-orang terdekat harus ditingkatkan, baru deh terasa kalau kita cuma manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain Terima kasih ya suamiku dan buat nining, juga om-om ajudan dirumah yang selalu membantu dalam setiap kehebohan dirumah. Im weak without you all huhuhu

Dari rangkaian kepindahan ini yang paling meremas hati dan menguras air mata adalah moment perpisahan dengan keluarga besar Yonif 121/Macan Kumbang di Galang. Pada titik ini lah, pikiran seakan menerawang jauh pada saat menginjakkan kaki pertama kali di Galang. Perasaan gundah gulana, khawatir dan sebagai-bagainya menghiasi hari-hari pertama saya. Namun seiring berjalannya waktu semuanya berjalan dan Alhamdulillah terlalui dengan baik. Setiap kebersamaan dan kegiatan yang dilakukan bersama terbayang kembali dalam ingatan.. suka duka yang pernah dijalani menjadi pengalaman indah yang menyertai langkah kepergian menuju tempat yang baru. Segala kebersamaan, ilmu kehidupan memperkaya pengalaman batin dan menjadi bekal kelak untuk kehidupan dimasa yang akan datang.

kebersamaan yang tak akan terlupakan :)

kebersamaan yang takkan terlupakan :)

Rasanya tak mampu menahan haru ketika memandang satu persatu wajah ibu-ibu, dan seluruh keluarga besar Yonif 121/Macan Kumbang. Lidah seperti kelu ketika mengucap pamit dan permohonan maaf kepada mereka. Batin sungguh tersentuh ketika melihat mereka mempersiapkan acara perpisahan yang demikian baik, kalimat perpisahan dan doa tulus yang mereka ucapakan merupakan hadiah terindah untuk saya melebihi materi ataupun cinderamata yang mereka berikan. Ternyata perasaan dicintai itu sangat luar biasa Sungguh merasa kaya karena memiliki orang-orang yang menyayangi kita.

perpisahan yang mengharukan :(

perpisahan yang mengharukan :(

Moment perpisahan juga menjadi sarana instropeksi diri, mengingat segala kekurangan dan kesalahan yang pernah dibuat selama ini. Menjadi tolak ukur sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk amanah yang telah diberikan kepada kita. Serta menguji kebesaran hati untuk meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang kita perbuat, dan yang tidak kalah penting, mengikhlaskan hati untuk memberi maaf kepada setiap rasa sakit hati yang mungkin pernah tercipta dari orang-orang terdekat selama ini. Setelah semua itu, hati terasa lebih ringan dan penyesalan yang tersisa adalah mengapa sakit hati itu harus ada, mengapa tidak bisa lebih bijaksana dan berbesar hati ahh penyesalan itu andaikan diri ini bisa berbuat lebih baik lagi :(
Tidak lupa rasa syukur yang begitu besar kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih, karena dibalik duka perpisahan kami dikaruniai kebahagiaan dengan lolosnya suami tercinta dalam seleksi Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Tahun 2011 yang dilaksanakan sampai dengan bulan November nanti. Sebuah anugerah yang luar biasa menjadi salah satu yang terpilih dan sebuah amanah untuk menuntut ilmu yang menjadi bekal untuk menjadi prajurit TNI yang lebih baik lagi. Disamping itu selama proses pendidikan suami, saya dan anak-anak bisa merasakan lagi kebersamaan ditengah-tengah keluarga di Jakarta, pulang kampung coyy.! Alhamdulillah :)
Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti dalam kehidupan. Perpisahan selalu menyisakan duka, perpisahan yang terjadi karena situasi yang memang mengharuskan demikian, namun kenangan, kebersamaan dan rasa persaudaraan tetap tersimpan indah dalam hati ini. Jabat erat dan peluk hangat melalui doa selalu untuk mengganti silaturahmi kita yang kini terpisahkan jarak dan waktu.
Adios Galang !!!

_reen


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive